Oleh: DR. T. Murphi Nusmir, SH, MH
BAKINUPDATE.COM,– Awas jangan lalai hukum dunia dan hukum akherat mengatur Hak dan kewajiban.
Kecendurungan yang nyata, bahwa manusia lebih tunduk, takut melalaikan kewajiban hukum dunia dari pada hukum akhirat.
Cobalah lihat di hadapan mata kita dan tanyakan pada diri kita sendiri, ketika adzan itu memanggil solat?
Sholat diwajibkan oleh Allah SWT. Janji Allah SWT bagi yang melalaikannya akan mendapat siksa yang lebih pedih dari sanksi pelanggaran, kelalaian kita pada hukum dunia.
Ketaatan kepada hukum dunia dan melalaikan ketaatan kepada hukum akherat, yang mewajibkan kita menjalankannya sebagai perintah dan larangannya (Allah SWT).
Kalau kita lebih mentaati hukum dunia hanya untuk memperoleh sanjungan, jabatan, dan materi semata, justru mendatangkan keburukan bagi kita.
Islam datang untuk membentuk akhlak yang baik, budi pekerti yang baik tujuannya agar tercipta ketertiban dan keamanan akan terjaga dengan baik dan akan membawa keuntungan ibadah.
Sebenarnya hukum akherat begitu lebih lengkap dalam hubungannya manusia kepada hablum minaulah dan habluminanas .
Contoh masalah Ham, Rasullolah telah mengajarkan toleransi kepada umatnya dimana ketika melihat seorang Yahudi meninggal dunia, Rasulullah membaca ayat 6 surat alkafirun. Ini menunjukan penghargaan Ham dalam Islam lebih dahulu diajarkan dari pada Declaration of Human Right.
Dalam Hukum Perdata, Allah SWT berfirman ketika seseorang umat meninggal dunia, tidaklah seseorang tersebut tidak akan mencium syurga sebelum Hutangnya selama di dunia belum terselesaikan.
Dalam hukum perdata yang lain seperti hukum Waris, anak yang dilahirkan di luar Nikah, Islampun sudah mengaturnya.
Begitu juga dengan sanksi hukum pidana, membunuh dan berzina bahkan mencibir seseorang pun ada sanksinya meskipun yang dicibir tidak mengetahuinya.
Perbuatan sekecil apapun akan mendapat sanksi berdosa.
Ketaatan kita terhadap perintah dan larangan Allah SWT akan membawa dampak signifikan bagi taatnya kita pada hukum dunia.
Hukum akherat harus ditanamkan pada moral kita yang masih belum paripurna di depan Allah SWT.
Sesunguhnya mematuhi hukum akherat, kita akan mendapat manfaat kebaikan dan menjauhkan keburukan.
Ketika kita pulang menghadapnya, maka pertama kelak akan ditanyakan adalah Sholat kita, selain yang lain menjadi kewajiban kita.
Hukum Dunia bermanfaat jika menjadi kebaikan di akhirat. Namun, mematuhi hukum dunia saja, akan sia-sia jikalau untuk mendapat dunia dan melupakan akherat.
Begitu firman Allah SWT mewajibkan Hakim adil dalam mengadili perkara Sebagaimana dalam surat Al Maidah Ayat 8, Artinya: “Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. … Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa“.
Red