BAKINUPDATE.COM | Jakarta – Ketua Umum Perkumpulan eSPORT Domino Indonesia (eSDI), Irwanto Ibrahim alias Daeng Ibe Al Makassari, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) atas kehadiran serta dukungan dalam deklarasi Organisasi Olahraga Domino (ORADO). Minggu, (18/1/2026).
Irwanto menilai dukungan tersebut merupakan langkah strategis dalam upaya menjadikan domino sebagai cabang olahraga yang terstruktur, terstandar, dan dapat dipertandingkan secara resmi di tingkat nasional. Sebagai organisasi penggiat olahraga domino berbasis daring, eSDI menyatakan siap berkolaborasi dengan ORADO, khususnya dalam proses sosialisasi tata cara permainan yang telah disepakati secara nasional maupun internasional.
Menurutnya, selama ini perbedaan pola permainan domino di berbagai daerah menjadi tantangan tersendiri dalam upaya standardisasi. Secara nasional, pola permainan Melayu yang berkembang di Pulau Sumatra relatif serupa dengan pola permainan di wilayah Betawi, Sunda, dan Jawa yang menggunakan batu domino.
Namun, di sejumlah wilayah Indonesia Timur yang dipengaruhi budaya Bugis Makassar, permainan domino kerap menggunakan media kertas dengan aturan yang berbeda.
Perbedaan tersebut, kata Irwanto, perlu disikapi secara bijak dan ilmiah melalui kajian serta riset yang komprehensif. Dalam konteks ini, eSDI meyakini pembentukan Federasi Domino oleh ORADO merupakan bagian dari upaya menyatukan standar permainan domino agar dapat dipertandingkan secara resmi dan berjenjang.
“Atas dasar itu, eSDI bersikap legowo dan siap mengikuti serta mendukung arah kebijakan dan regulasi yang ditetapkan ORADO demi kemajuan olahraga domino nasional,” tegasnya.
Lebih lanjut, eSDI juga menekankan pentingnya pembinaan atlet secara sistematis dan berkelanjutan, mulai dari proses perekrutan, pelatihan, hingga penyelenggaraan kejuaraan berjenjang yang selektif dan profesional. eSDI berharap seluruh atlet dan komunitas domino di Indonesia dapat memahami visi besar yang diusung ORADO dalam mengembangkan domino sebagai olahraga prestasi.
Dalam pandangan eSDI, proses menuju pengakuan organisasi olahraga memang membutuhkan tahapan administratif dan struktural yang matang. Oleh karena itu, seluruh pihak diharapkan dapat menahan diri dari narasi yang berpotensi memicu polemik, serta mengedepankan semangat kolaborasi dan pembinaan jangka panjang.
Sejalan dengan arahan Kemenpora, eSDI memandang ORADO sebagai bagian dari penguatan ekosistem sport industry dan sport tourism, yang tidak hanya berorientasi pada prestasi dan medali, tetapi juga memiliki nilai ekonomi. Dengan pengelolaan profesional, ORADO dinilai berpotensi menarik sponsor, membuka lapangan kerja, serta memberikan dampak finansial bagi atlet dan masyarakat.
Irwanto menegaskan bahwa eSDI mengapresiasi langkah ORADO dalam mendorong transformasi domino ke arah yang lebih positif, profesional, dan berkelanjutan, sehingga mampu berkontribusi bagi prestasi olahraga nasional sekaligus pertumbuhan ekonomi.
Berdasarkan hasil deklarasi dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I ORADO yang digelar pada 7–8 Januari 2026, ORADO diproyeksikan sebagai penggerak ekonomi baru di sektor olahraga, sebagaimana disampaikan Menpora Erick Thohir, yang menilai domino memiliki potensi besar dalam menciptakan perputaran ekonomi.
Selain itu, ORADO juga diarahkan menjadi pilar sport tourism melalui rencana penyelenggaraan kejuaraan dunia domino di Indonesia, yang diharapkan mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Dari sisi kelembagaan, ORADO didorong untuk dikelola secara profesional agar memiliki nilai komersial dan berkelanjutan.