Ketum eSDI Harapkan ORADO Jadi Wadah Pemersatu Komunitas dan Organisasi Domino

Bakinupdate.com - Januari 22, 2026
Ketum eSDI Harapkan ORADO Jadi Wadah Pemersatu Komunitas dan Organisasi Domino

BAKINUPDATE.COM| Jakarta – Ketua Umum Perkumpulan eSPORT Domino Indonesia (eSDI), Irwanto Ibrahim alias Daeng Ibe Al-Makassari, berharap Federasi Olahraga Domino (ORADO) Nasional dapat menjadi wadah pemersatu seluruh komunitas dan organisasi domino di Indonesia, menyusul deklarasi resmi federasi tersebut pada 8 Januari 2026. Kamis, (22/1/2026).

Permainan domino selama ini telah berkembang luas di tengah masyarakat Indonesia, dari Sabang hingga Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, dan dikenal di 38 provinsi. Awalnya tumbuh di sejumlah komunitas masyarakat adat, domino kini dimainkan oleh berbagai kalangan masyarakat lintas usia dan latar belakang.

Deklarasi Federasi Olahraga Domino (ORADO) Nasional dinilai menjadi momentum penting dalam upaya menjadikan domino sebagai olahraga yang terorganisasi secara nasional. Kehadiran federasi tersebut diharapkan mampu menyatukan berbagai organisasi, kelompok, klub, gardu, maupun komunitas domino, baik yang telah berbadan hukum maupun yang belum.

Irwanto Ibrahim alias Daeng Ibe Al-Makassari menilai, potensi olahraga domino di Indonesia sangat besar apabila seluruh elemen dapat bersatu dalam satu naungan federasi.

“Banyak kelompok, klub, dan komunitas domino di berbagai daerah yang memiliki bakat serta kemampuan bermain yang sangat baik. Jika semua ini mampu bersatu, saya yakin olahraga domino akan berkembang lebih cepat dan terarah,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi inisiatif generasi muda yang dinilainya mampu membentuk Federasi ORADO Nasional dalam waktu relatif singkat.

“Saya mengajak semua pihak untuk menerima dan mengapresiasi langkah anak-anak muda yang energik ini. Dalam waktu singkat mereka mampu membentuk federasi, dan itu patut kita hargai bersama,” kata Irwanto.

Lebih lanjut, Irwanto berharap olahraga domino ke depan dapat diakui secara resmi sebagai cabang olahraga di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) maupun Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

“Harapan kami, domino dapat menjadi cabang olahraga resmi, sehingga bisa dipertandingkan secara terbuka di ajang nasional seperti PON, bahkan di tingkat internasional,” tuturnya.

Selain itu, ia juga mendorong agar olahraga domino dapat masuk ke dalam lingkup Kementerian Pendidikan sebagai salah satu pilihan kegiatan ekstrakurikuler di tingkat SLTP dan SLTA.

“Jika domino dibina sejak usia pelajar melalui jalur pendidikan, maka pembinaan atlet akan lebih terstruktur dan berjenjang, dari daerah hingga nasional,” tambahnya.

Melalui Federasi Olahraga Domino (ORADO) Nasional, Irwanto berharap olahraga domino dapat berkembang secara profesional, menjunjung sportivitas, serta mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah domino internasional.

Tinggalkan Komentar

Pics-Art-04-19-11-10-23