
BAKINUPDATE.COM, – Bandung – Pernah dengar Kampung Adat Cireundeu? Kampung Cireundeu terletak di Kelurahan Leuwi Gajah Cimahi Selatan. Asal muasal disebut Kampung Cireundeu karena di kampung tersebut banyak tumbuh pohon reundeuh. Pohon Reundeu adalah pohon untuk obat herbal. Kareuna banyaknya populasi pohon reundeu, masyarakat menamakan Kampung Reundeu.
Kampung Reundeu memiliki luas 64 ha, terdiri dari 60 ha untuk alokasi pertanian dan 4 ha untuk pemukiman.
Mayarakat yang tinggal di Kampung Adat Reundeu, sebahagian besar bermatapencaharian bercocok tanam ketela pohon.
Masyarakat adat Kampung Cireundeu sangat teguh memegang adat istiadat kepercayaan yang diwariskan oleh leluhurnya. Mereka memiliki prinsip” Ngindung ka Waktu, Mibapa ka Jaman.” Arti Ngindung ka Waktu mengandung makna masyarakat Cireundeu dalam keyakinan memiliki cara dan ciri keyakinan masing-masing. Sedangkan Mibapa ka Jaman, artinya bahwa masyarakat tidak akan menentang terhadap perubahan jaman, artinya mereka selalu terbuka dalam menyikapi perubahan jaman, khususnya teknologi.

Masyarakat Kampung Cireundeu mempunyai konsep kampung adat yang selalu diingat sejak jaman dahulu, yakni suatu daerah itu terbagi menjadi 3 bagian, yakni:
1. Leuweung Larangan (Hutan Terlarang) yaitu hutan yang harus dilestarikan, tidak boleh ditebang pepohonannya karena merupakan sumber air bagi masyarakat adat.
2. Leuweung Tutupan (Hutan Reboisasi) yaitu hutan yang digunakan untuk reboisasi, artinya pepohonannya dapat dipergunakan akan tetapi harus ditanam kembali untuk menjaga keseimbangan lingkungan.
3. Leuweung Baladahan, artinya hutan untuk lahan pertanian atau dapat dipergunakan untuk berkebun.
Kepercayaan Masyarakat Adat Kampung Cireundeu
Kepercayaan masyarakat adat Kampung Cireundeu adalah Sunda Wiwitan. Ajaran ini bermula dari ajaran Madrais. Pangeran Madrais pada tahun 1918 mengajarkan falsafah dan ajaran moral tentang bagaimana membawa diri dalam kehidupan.
Pangeran Madrais pernah tinggal di Kampung Cireundeu pada tahun 1938. Beliau adalah keturunan Kesultanan Gebang, sebuah Kesultanan Cirebon di bagian Timur.

Red/Achmad Biro Cimahi