
BAKINUPDATE.COM, SUMEDANG -Jatinangor sebuah kecamatan di Kabupaten Sumedang yang merupakan kawasan elit dan menjadi bidikan para investor baik lokal maupun nasional. Jatinangor memiliki daya tarik yang luar biasa bagi para investor untuk berinventasi, selain karena letaknya yang sangat strategis di apit oleh dua jalan utama yang memiliki intensitas lalu lintas yg terbilang padat. Dua jalan utama tersebut adalah jalur Bandung-Garut dan jalur Bandung-Cirebon. Satu Mm yang sangat mendukung terhadap kemajuan Jatinangor adalah dekatnya akses masuk jalan bebas hambatan/tol Cipularang yang jaraknya kurang dari satu kilo meter.
Selain dukungan akses jalan yang luar biasa, Jatinangorpun sekarang bisa dikatakan sebagai salah satu daerah pendidikan karena beberapa perguruan tinggi negeri yang sangat bergengsi berada di wilayah Jatinangor diantaranya STPDN, ITB, UNPAD dan IKOPIN, sehingga menjadi magnet tersendiri bagi para investor. Hal ini seolah menjadi angin segar bagi warga Jatinangor, sebab jika potensi ini bisa dikelola dengan baik, maka Jatingor akan mengalami perkembangan pembangunan yang sangat pesat. Dapat dipastikan, iklim inventasi di Jatinangor akan terus meningkat dari waktu ke waktu.
Untuk bisa mewujudkan Jatinangor sebagai salah satu kecamatan yang modern, Pemkab Sumedang bersama seluruh stockholder yang ada di Jatinangor harus mampu bersinergi dengan baik. Segala kebijakan yang bisa mendukung kearah terwujudnya iklim inventasi yang baik, harus digodog sedemikianrupa tanpa mengesampingkan efek serta dampak yang akan ditimbulkan. Sebab warga Jatinagor adalah pihak pertama yang akan merasakan dampak dari kondisi tersebut.
Sebagai Camat Jatinangor, Drs. Wasman paham betul dengan situasi Jatinangor saat ini, selain mempersiapkan berbagai kebijakan yang bisa bermanfaat bagi masyarakat serta para investor, kini pihaknya tengah melaksanakan berbagai pembangunan berupa perbaikan infrastruktur jalan, pengelolaan sampah yang ramah lingkungan, serta sebagai inisiator dua Pemkab yaitu Pemkab Bandung dan Sumedang agar dapat duduk bersama merumuskan program yang bisa menjadi solusi bagi warga di dua kabupaten tersebut. Salah satu isu utama adalah penanggulangan banjir yang sering terjadi di kala musim penghujan tiba.
“Iklim investasi di Jatinangor memang mengalami peningkatan, berbagai proyek terutama apartemen dan perumahan tengah dikerjan oleh para pengusaha. Hal ini memberikan dampak ekonomi yang bagus bagi masyarakat kita. Namun, kitapun harus cermat menilai dampak negatif yang ditimbulkan, seperti ketersediaan air bersih dan penaggulangan sampah terutama sampah rumah tangga yang dihasilkan akan semakin membengkak. Oleh karena itu, kami mengadakan kerjasama dengan berbagai pihak baik akademisi maupun pengusaha membuat tempat daur ulang sampah. Alhamdulillah, tempat daur ulang sampah yang berlokasi di Desa Hegarmanah, hampir 80℅ rampung, semoga bisa segera beroprasi. Walaupun tempat daur ulang sampah ini baru bisa mengcover hanya untuk 4 desa tetapi pihak kami akan terus berupaya menggandeng para pengusaha agar berkontribusi mau bekerjasama mewujudkan tempat daur ulang sampah yang bisa mengcover seluruh desa yang ada di Kecamatan Jatinangor.” Papar Wasman.
Salah satu isu central yang kini menjadi perhatian Drs. Wasman, selain perbaikan akses jalan adalah penanggulangan banjir akibat dari luapan Sungai Cikeruh yang termasuk dalam DAS Citarum. “Salah satu desa dimana warganya menjadi langganan banjir luapan Sungai Cikeruh yaitu Desa Mekargalih. Hal ini membutuhkan penanganan yang serius karena dampak luapan Sungai Cikeruh bukan hanya dirasakan oleh sebagian warga Jatinangor saja tetapi warga Kabupaten Bandungpun yaitu Kecamatan Rancaekek mengalami nasib yang sama. Belum lagi kondisi lalu lintas jalan nasional jalur Bandung Garut yang sering terjadi kemacetan total di daerah cikijing akibat meluapnya air ke jalan raya.
Kejadian itu telah menjadi isu nasional bahkan sering diliput oleh media baik cetak maupun elektronik. Jika hal ini tidak ditangani dengan baik, maka dikhawatirkan bisa berdampak serius keberbagai segi. Oleh karena itu, pihak kami berinisiatif untuk mempertemukan dua pemerintah daerah yaitu Kabupaten Bandung dan Sumedang, bisa duduk bersama membuat program yang bisa menjadi solusi jitu menanggulangi permasalahan tersebut”, jelas Wasman. (sas*)
BERITA TERKAIT :