
Belum diketahui apa motif penyerangan terhadap kiai yang terkenal sangat santun itu. Kronologis kejadian tersebut menurut saksi adalah ketika saat itu Korban sedang melaksanakan solat subuh bersama para santrinya. Diduga pelaku pemukuan juga ikut serta solat berjamaah.Pelaku penganiayaan memakai kemeja jeans mengenakan sarung.
Setelah sholat Shubuh para jama’ah keluar dari masjid. Korban dan pelaku masih berada di dalam masjid. Lampu masjid dimatikan oleh santri atas kebiasaan korban. Kemudian di saat korban sedang wiridan tiba-tiba tersangka langsung menyerang korban dengan memukul bertubi-tubi dengan menggunakan tangan kosong dengan diawali tersangka menendang kotak kayu tempat adzan dengan mengatakan, “Ieu mah pinarakeun (Ini yang menyebabkan masuk neraka).” Dikatakan berulang-ulang. “Nu di dieu pinarakeun kabeh (Yang di sini semuanya akan masuk neraka).”
Sekarang kiai yang memiliki hubungan geneologis baik secara intelektual maupun secara kultural dengan beberapa pesantren di Jawa Barat ini sedang dirawat di UGD RS. Islam, Bandung.
Kapolsek Cicalengka Kompol Asep Gunawan mengatakan bahwa kasus ini masih dalam penyelidikan. Polisi telah melakukan oalh TKP mencari barang bukti dan meminta keterangan saksi.
Pewarta: Usep Zaenudin