Wartawan Bukan Pembawa Kesialan Tapi Wartawan Adalah Pembawa Kebenaran

Bakinupdate.com - September 11, 2017
Wartawan Bukan Pembawa Kesialan Tapi Wartawan Adalah Pembawa Kebenaran

BAKINUPDATE.COM – Berita adalah
laporan peristiwa (fakta) yang aktual (terkini), menarik dan penting. Ada juga
yang mengartikan berita sebagai informasi terbaru yang disajikan dalam
pembacaan atau penulisan yang jelas, aktual dan menarik. Sedangkan menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), berita diartikan sebagai cerita atau
keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat. Fakta adalah peristiwa
yang benar-benar ada atau terjadi.
Berita sendiri berupa fakta dengan
kenyataan yang benar-benar terjadi. Pembawa berita disebut juga dengan Wartawan.
Banyak segilintir oknum yang anti dengan wartawan alasannya beragam, karena
mereka takut apa yang akan dipublish wartawan membawa dampak yang buruk bagi
mereka. Sejatinya apa yang wartawan kerjakan pada dasarnya mulia, mereka
memberikan informasi segala peristiwa berdasarkan fakta (jika medianya idealis
dan tidak memiliki kepentingan). Lantas mengapa ada beberapa oknum yang
melabelkan wartawan adalah pembawa kesialan? padahal semua akan baik-baik saja
ketika yang bersangkutan berbicara sesuai kenyataan yang ada pada saat wartawan
menggelintirkan berbagai macam pertanyaan, serta tidak merasa dirugikan atas
segala hal yang diberitakan oleh wartawan. Jika yang bersangkutan atau dalam
hal ini bisa disebut sebagai narasumber merasa dirugikan artinya ada yang salah
dalam diri narasumber tersebut, atau bisa saja dia takut apabila fakta yang
akan diungkapkan justru  membuka aib mereka yang sebenarnya.
Tahukah anda? Laporan terbaru Badan
Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan
Kebudayaan  (UNESCO) menyebutkan seorang wartawan tewas dibunuh setiap 4,5
hari di seluruh dunia. Laporan Direktur Jenderal UNESCO pada 2 November 2016
menyatakan, sejak satu dekade lalu ada 827 wartawan tewas saat bertugas.
Menurut laporan yang bertajuk Journalists
and the Danger of Impunity
, daerah yang paling parah adalah negara
Arab, termasuk Suriah, Yaman, dan Libya. Amerika Latin adalah benua kedua
paling parah.
Wartawan memiliki kode etik jurnalis
yang harus dijunjung tinggi sebagai pegangan dalam melakukan tugasnya. Wartawan
dilindungi oleh undang-undang di dalam negeri maupun oleh undang-undang
internasional. Wartawan adalah profesi yang menjunjung tinggi nilai-nilai
keakuratan. Setiap pemberitaan yang ditulis sesuai dengan informasi yang
dikatakan oleh narasumber (seharusnya), bukan berlandaskan opini si wartawan. Wartawan
yang baik seharusnya berpegang pada kode etik bukan hanya mementingkan naiknya
rating lembaga yang menaunginya.
Penulis sedih jika melihat segelintir
orang yang menutup diri untuk wartawan baik yang sedang mencari berita ataupun
yang menjauhi karena berprofesi sebagai wartawan. Sekali lagi, penulis tegaskan
bahwa wartawan bukan tukang
mencari kesalahan orang lain, wartawan juga bukan pembawa kesialan tetapi wartawan
adalah manusia yang diciptakan Tuhan untuk mencari fakta dan informasi untuk
mengubah mindset
dan pola pikir manusia-manusia yang lain.
Penulis            : Kang Must


Tinggalkan Komentar

Pics-Art-04-19-11-10-23