 |
| Oleh: Mayor (Pur) TNI KRMH Muhammad Saleh Karaeng Silakan YM / Koranforum.com |
Kisah perjalanan awal dari pembentukan dan pengembangan Organisasi Masyarakat (Ormas) Pembela Tanah Air (PETA) tak semulus dan semudah membalikan telapak tangan, bahkan mungkin tak pernah bisa dibayangkan oleh kebanyakan orang, termasuk para Kader PETA sendiri.
Pasalnya, pembentukan awal dan pengembangan PETA ini banyak kendala dan aral melintang yang harus dijalani dengan penuh tantangan dan kesabaran. Terlebih lagi, pengorbanan karir militer, waktu untuk keluarga, materi, pikiran dan tenaga harus bisa dilakukan dengan pengorbanan besar, termasuk perasaan.
Faktanya, sekitar bulan Agustus 2012 lalu, saya memutuskan untuk pensiun dini dari dinas militer dengan pangkat terakhir MAYOR Infanteri, dimana saat itu memegang Jabatan Wakil Komandan Batalyon Infanteri 754 / Emeneme Kangasi.
Sejak saat itulah, saya mulai membangun sebuah konsep “REVOLUSI” yang terbaik buat Negara Ku. Saat itu, saya mulai menulis dimedia sosial (medsos) tentang betapa pentingnya kekayaan alam NKRI ini, dikelola oleh bangsa sendiri agar dapat menciptakan Rakyat Indonesia Makmur dan Sejahtera.
Selama itu pula, saya berjuang sendiri tanpa ada teman. Bahkan mirisnya, saat itu banyak orang yang menganggapku gila, stres dan bahkan melecehkan, serta memandang remeh perjuanganku melalui tulisan dimedsos.
Untuk menambah pengalaman dan referensi, ada sejumlah organisasi sempat saya ikuti, berarti dapat bekal visi dan misi dari konsep tersebut yang bisa dilakukan, namun kenyataan saat itu selalu menemui kendala.
Meski betapa berat kendala yang dihadapi, namun saya tidak berhenti bersuara dan terus berdo’a kepada Allah SWT, agar nantinya visi dan misi tersebut mendapat perhatian dari Seluruh Rakyat Indonesia.
Singkat cerita, sekitar Tanggal 10 November 2015 lalu, saya mulai menulis ‘PETA’ di atas tanah, lalu kutatap jelas tulisan itu sambil berucap dalam hati, “Engkau (PETA) akan dilahirkan kembali untuk Kemakmuran bangsamu”.
Alhamdulillah, do’a tersebut dijawab oleh Allah SWT, TUHAN YME, melalui salah seorang sahabatku yang mendatangiku, dimana sahabtku itu belum pernah bertemu sebelumnya. Sahabatku ini, berasal dari Kota Medan Sumatera Utara (Sumut), sengaja menemuiku di Jakarta. Saat itu, sahabatku itu berkata kepadaku, “Wahai Sahabat, jalankan saja visi dan misinya PETA!”.
Setelah itu, PETA mulai diperkenalkan keberadaannya di Kota Medan, sekitar Tanggal 22 Desember 2015 silam.
Kala itu pula, PETA mulai diterima oleh masyarakat. Namun ALLAH SWT kembali memberikan tes kepada PETA melalui isu ISIS, yang terjadi sekitar tanggal 27 Januari 2016 lalu. Imbasnya, PETA bubar pertama kalinya kala itu.
Namun kemudian, sekitar awal bulan Pebruari 2016 lalu, saya kembali berusaha membangun PETA untuk kedua kalinya, dimana kali ini usaha membangun PETA kembali ini, dibantu beberapa sahabatku.
Namun tragisnya, PETA kembali bubar untuk kedua kalinya. Bubarnya PETA kali ini, lebih disebabkan adanya fitnah kepada pribadi saya, yang dilakukan oleh oknum pemimpin di negeri ini, yang berdampak pada bubarnya PETA untuk keduakalinya.
Tapi sekali lagi saya tidak mau menyerah. Maka pada awal bulan April 2016 lalu, saya kembali membangun PETA bersama sisa pejuang PETA, yang saya nilai masih memiliki loyalitas terhadap visi dan misi ‘REVOLUSI EKONOMI’. Lalu, Alhamdulillah … PETA bias berkembang pesat sampai saat ini.
Selanjutnya, saya dan para pejuang PETA akan terus maju dan bergerak, meskipun saya sendiri tidak tahu, apalagi musibah yang akan dihadapi dalam menjalankan misi PETA dimasa mendatang. Semua itu, saya pasrahkan kepada Allah SWT, karena hanya Allah SWT yang tahu segalanya.
Maka dari itu, saya berpesan kepada para Pejuang PETA dimanapun berada, agar senantiasa dapat menyandarkan ‘Perjuangan Suci’ ini kepada Allah SWT, Tuhan YME, agar mendapat Kita semua mendapatkan ridho-NYA … Aamiin Ya Allah.
Kita harus memegang teguh prinsip, “Berjuang Mati, Tidak Berjuang Mati!”
Salam PETA ….
Salam REVOLUSI EKONOMI ….
MERDEKA 100% !!!
tertanda,
Mayor (Pur) TNI KRMH Muhammad Saleh Karaeng Silakan YM
Panglima Besar PETA
Pemegang Mandat Pejuang PETA