BAKINUPDATE.COM,- Cimahi – 22 Maret 2025 – Acara “Syair Cinta untuk Semesta, Dari Kata Kita Berbagi” yang digelar di Aula STAI Al Musdariyah sukses berlangsung dengan penuh antusiasme dan semangat kebersamaan.
Kegiatan yang menggabungkan santunan anak yatim, buka puasa bersama, dan peluncuran buku ini tidak hanya menjadi ajang berbagi, tetapi juga membuktikan bahwa dunia akademik memiliki peran strategis dalam membangun literasi dan kepedulian sosial.
Kemeriahandan Antusiasme Peserta
Sejak pukul 15.00 WIB, Aula STAI Al Musdariyah telah dipenuhi oleh peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, anak-anak yatim, serta masyarakat sekitar. Acara dibuka dengan lantunan syair dan pembacaan puisi oleh mahasiswa, yang menggambarkan makna cinta, kemanusiaan, dan pentingnya literasi.
Ketua Panitia, dalam sambutannya, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya acara ini. “Kami sangat terharu melihat antusiasme luar biasa dari seluruh peserta.
Acara ini bukan hanya tentang berbagi materi, tetapi juga berbagi ilmu dan inspirasi. Harapan kami, kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan yang lebih besar lagi,” ujarnya.
Peluncuran Buku: Akademisi dan Mahasiswa Semakin Termotivasi untuk Berkarya
Salah satu momen puncak dalam acara ini adalah book launching, yang menjadi bukti nyata bahwa literasi dapat menjadi alat perubahan sosial. Buku yang diluncurkan merupakan kumpulan syair, puisi, dan refleksi yang ditulis oleh mahasiswa dan akademisi STAI Al Musdariyah.
Dekan STAI Al Musdariyah menegaskan bahwa literasi adalah bagian dari tanggung jawab akademisi. “Melalui tulisan, kita tidak hanya berbicara pada hari ini, tetapi juga kepada generasi mendatang. Buku ini adalah warisan intelektual yang akan terus menginspirasi banyak orang,” ungkapnya.
Para mahasiswa yang terlibat dalam proses penulisan juga merasa bangga karena karya mereka bisa dipublikasikan dan dibaca oleh lebih banyak orang.
Salah satu mahasiswa yang ikut menyumbangkan tulisannya mengungkapkan, “Ini menjadi pengalaman yang luar biasa bagi saya. Menulis bukan hanya tentang menuangkan kata-kata, tetapi juga menyebarkan nilai dan pesan kepada dunia.”
Penyunting: Vidi Fauzan Fadilah