Ini Puisi dari Akademisi, Azham Mutaqin yang ‘Ngerujak’ Puisi Butet Kartaredjasa

Bakinupdate.com - Juni 30, 2023
Ini Puisi dari Akademisi, Azham Mutaqin  yang ‘Ngerujak’ Puisi Butet Kartaredjasa

Azhar menyebut, kata-kata yang diucapkan Butet bukanlah kelas pujangga hebat melainkan sastrawan bejat. Seorang budayawan, kata dia, semestinya melahirkan kebijaksanaan, bukan penebar kebencian”.

BAKINUPDATE.COM,- BANDUNG – Dalam kehidupan, adakalanya ditemui individu yang menampilkan sikap dan perilaku yang negatif, merusak, dan merugikan masyarakat di sekelilingnya. Dalam konteks pergaulan sosial, perilaku ini disebut toxic.

Demi kemaslahatan, umumnya manusia yang berperilaku toxic akan dijauhi karena telah menyebabkan kerusakan hubungan interpersonal. Namun demikian, adakalanya juga sebagian pendidik turun tangan untuk mengedukasi.

Kiranya itulah yang dilakukan oleh dosen di Universitas Muhammadiyah Malang, Azhar Muttaqin, S.Ag., M.Ag. ketika menginvestasikan waktu untuk membuat puisi balasan kepada Butet Kertaradjasa melalui akun Tiktok-nya @azhar_qien yang diunggah pada Selasa, 27 Juni 2023.

Diketahui, Butet Kertaradjasa sempat membacakan deklamasi dalam acara puncak Bulan Bung Karno (BBK) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu, 24 Juni 2023. Selain menyebut capres lain yang hobi menculik, dia juga mengarahkan tuduhannya kepada Calon Presiden Anies Baswedan sebagai sosok yang pandir.

Dengan mengenakan pakaian kasual dilapisi kemeja biru navy dan topi berwarna gelap bertuliskan Crocodile, Azhar membacakan dengan puisi karyanya yang berjudul Butet oh Butet dengan penuh keseriusan untuk menimpali ocehan Butet di panggung megah beberapa waktu lalu. Sesekali dia sisipkan senyum kecutnya untuk sosok yang disebut budayawan tapi tidak berbudaya itu.

Azhar menyebut, kata-kata yang diucapkan Butet bukanlah kelas pujangga hebat melainkan sastrawan bejat. Seorang budayawan, kata dia, semestinya melahirkan kebijaksanaan, bukan penebar kebencian, sebagaimana dikutip KBA News, Kamis, 29 Juni 2023.

Dia menambahkan agar Butet berkaca diri ketika menuding pandir kepada Calon Presiden Anies Baswedan. Menurutnya, Butet seakan tidak menggunakan akal ketika menilai Mantan Gubernur DKI itu berusaha dijegal.

Saat berita ini diturunkan, video puisi Azhar sudah diakses lebih dari 88,6 ribu penonton. Disukai sebanyak 6.398 dengan 969 komentar. Publik menilai positif puisi yang dibuat dan dibacakan oleh dia. Hal itu terbaca melalui komentar yang diberikan.

“Keren Bang puisinya, Butet mah lewat… Lanjutkan berikan pencerahan utk rakyat, agar gak slh pilih pemimpin,” tulis akun wint66.

 

Berikut ini puisi lengkapnya:

 

BUTET OH BUTET

Oleh: Azhar Muttaqin

 

Butet oh Butet

 

Sungguh Malangnya Kau

 

Maksud hati kata katamu dipandang bijak bak pujangga pujangga hebat

Namun yang ada kata-katamu  terhina

Layaknya roman picisan dari sastrawan bejat

 

Butet oh Butet

Sini kuajari aku

Jadi budayawan itu tak segampang jadi politisi murahan

Budayawan lahir dari rahim kebijaksanaan dan nilai-nilai luhur putra-putri bangsa yang cinta akan kedamaian

Jauh panggang dari api dengan kau sang penebar kebencian

 

Butet oh Butet

Sini kututuri kau dengan narasi kecerdasan

Jadi cendikiawan tidak semudah menjadi pelawak sepertimu dalam panggung politik kepentingan

Kau sematkan julukan pandir pada seseorang yang sejatinya pintar tanpa pencitraan Sedangkan kau tertawa terkekeh-kekeh dengan argumentasi yang penuh kebodohan

Kau pun makin jumawa saat disorak-soraikan dengan tepuk tangan orang-orang

yang sesungguhnya juga tidak tahu kau ngomong apa

 

Butet oh Butet

Sini kubimbing kau merangkai realita dalam sastra

Jadi sastrawan tak sebatas pandai menggubah kata

Namun juga peka untuk tak hanya menunjuk jari ke lawan

Namun lupa empat jarimu mengarah ke kawan

Kau dera tokoh lain sebagai pelaku transaksional

Namun wong cilik pun tahu, junjunganmu naik kancah karena transaksi dengan para petinggi dan pemilik upeti dari negeri yang saat ini sedang resah

 

Butet oh Butet

Sini kulenakan kau dengan pantun-pantun penuh makna

Pepes ikan berambut putih pastilah bukan komodo yang jadi kadal

Apalagi dicampur santan tentulah tak enak rasanya

Kau bilang tokohku tidak sedang dijegal

Padahal tidak butuh kecerdasan guru besar untuk tahu pemaksaan perkara yang tidak ada

Sedangkan yang jelas di pelupuk mata, kalian diam seribu bahasa

Demikian ucap Mandalika

Sumber Red/KBA

 

 

Tinggalkan Komentar

Pics-Art-04-19-11-10-23