BAKINUPDATE.COM,- JAKARTA – Pemerhati masalah sosial politik dan kemasyarakatan, DR. T. Murphi Nusmir SH, MH menilai bahwa petani merupakan nafas Indonesia, Engineering Indonesia.
“Meskipun Petani merupakan Nafas Indonesia, akan tetapi nasib para petani kita yang merupakan kaum buruh yang tak memiliki mesin produksi, saat ini mereka cenderung tertindas karena mereka tak lagi memiliki lahan untuk bertani. Mereka akhirnya menjadi buruh tani miskin dan menjadi objek pemodal” jelas Murphi kepada awak media, Selasa, 23/11 di Jakarta.
Menurut Murphi, persoalan yang membuat petani Indonesia sulit maju dan berkembang, yakni para petani kita tak mempunyai jiwa wirausaha yang kuat dan profesi petani belum menjanjikan kehidupan yang makmur dan sejahtera.
“Petani di Indonesia umumnya tidak memiliki kemampuan berinovasi yang baik, bahkan Indonesia dinilai indeks inovasi globalnya pun masih sangat rendah, yaitu di peringkat 85 dari 131 negara. Pdahal jumlah sarjana pertanian di Indonesia terbanyak di dunia” tukas Murphi.
Dikatakan oleh Murphi, bahwa memetakan masalah petani ibarat menegakkan benang kusut. Berbagai faktor penyebab belum sejahteranya petani terbentur pada sejumlah faktor kunci, di antaranya faktor politik yang belum sepenuhnya berpihak kepada kepentingan petani.
Pejabat teknis dari berbagai rezim penguasa rupanya masih belum mampu menjabarkan kebijakan dengan baik di lapangan. Kehormatan Petani di kita tidak setinggi petani di negara lain.
“Atas dasar itulah, saya selaku anak bangsa memprakarsai agar dideklarasikan BARISAN TANI INDONESIA, tujuannya mengangkat Marwah petani agar lebih bermartabat sehingga profesi petani mengundang minat para generasi milenial, Bangga Menjadi Petani Indonesia” pungkasnya mengakhiri perbincangannya.
Biro: Jabotabek/Aswan