Labeling Pemerintah Otoriter bergeser ke Oligarki

Bakinupdate.com - Juli 19, 2021
Labeling Pemerintah Otoriter bergeser ke Oligarki

BAKINUPDATE.COM,- Label Setiap Rezim Pemerintahan melekat dalam Masa pemerintahan itu berkuasa, yang paling Populer Label itu terjadi di masa Rezin Soeharto atau Orde Baru, dan Rezim Jokowi di masa Pasca Reformasi.

Rezim masa Soeharto, rezim ini dilabelkan sebagai Pemerintahan Otoriter, Korup dan Tidak Demokratis. Pada Masa Pasca Reformasi,  Jokowi sebagai Presiden ke 5 (lima) RI.  Masa pemerintahan di bawah Jokowi dilebelkan sebagai Rezim Oligargi.

Oligarki (Bahasa Yunani: Ὀλιγαρχία, Oligarkhía) adalah bentuk pemerintahan yang kekuasaan politiknya secara efektif dipegang oleh kelompok elit kecil dari masyarakat, baik dibedakan menurut kekayaan, keluarga, atau milite

Di dalam beberapa teori, istilah oligarki dapat disimpulkan berupa kekuasaan sekelompok kecil, sedangkan oligarki (oligarch) diartikan sebagai sebuah pelaku yang menguasai serta mengendalikan suatu konsentrasi secara besar – besaran dalam hal sumber daya material yang nantinya bisa digunakan untuk mempertahankan ataupun dapat meningkatkan kekayaan pribadi serta posisi eksklusif sosial.

Seperti yang kita ketahui jika sistem pemerintahan di Indonesia menganut sistem demokrasi. Namun, sistem demokrasi yang dianut oleh negara Indonesia, mempunyai tujuan yaitu untuk memeratakan kekuasaan serta ekonomi, ternyata tidak berjalan sesuai dengan tujuan.

Jeffery Winters yang merupakan analisis politik, mengatakan bahwa demokrasi di Indonesia ternyata dikuasai oleh kelompok oligarki, akibatnya sistem demokrasi semakin jauh dari cita – cita serta tujuan untuk memakmurkan rakyat Indonesia.

Winters juga menjelaskan bahwa ketimpangan kekayaan di Indonesia jauh lebih merata antara kelompok kaya dengan kelompok miskin saat tahun 1945 jika dibandingkan saat ini.

Hal ini terjadi sebagai akibat dari kelompok elit dan oligarki di Indonesia sudah menguasai serta mengontrol sistem demokrasi dan berlanjut Indonesia mempunyai oligarki demokrasi.

Winters pun menambahkan jika sistem demokrasi yang sedang berkembang akan semakin membuat oligarki merajalela. Hal ini bukan kesalahan sistem demokrasi, melainkan kurangnya penegakan hukum.

Oligarki menjadi faktor utama dalam mempengaruhi ekonomi politik di Indonesia. Oligarki sudah ada sejak masa Orde Baru yang dipimpin oleh Soeharto. Dan terus berlanjut hingga runtuhnya pemerintahan Soeharto, yang semula oligarki sultanistik menjadi oligarki penguasa kolektif. Lantas oligarki tidak hilang begitu saja, justru terdapat penekanan tentang bagaimana kekuasaan oligarki di Indonesia kontemporer.

Label-label terhadap dua masa pemerintahan itu dalam Konteks Teori disebut “Labeling”.
Mengapa Label itu bisa terjadi? dan apakah diksi tersebut secara Teoritisasi dibenarkan ke Validitasannya? Dalam Judul dan Tulisannya di atas,  Tengku Murphi Nusmir menulis pembedahanannya menurut beberapa temuannya, dan beberapa pendapat (pakar pakar yang lain) dari sudut disiplin Ilmu, dan sumber-sumber lainnya.

Beberapa hal menarik dibahas lengkap dalam buku yang bejudul ”Labeling Pemerintah Otoriter bergeser ke Oligarki” karangan Tengku Murphi Nusmir, SH, MH [Bersambung]/red

Tinggalkan Komentar

Pics-Art-04-19-11-10-23